3 Mitos di Dunia Teknologi yang Diragukan Kebenarannya
Mitos yaitu sebuah cerita yang
kadar kebenarannya masih diragukan atau dipertanggungjawabkan.
Tak bisa dipungkiri, mitos hadir di berbagai lini kehidupan termasuk dunia
teknologi.
Saat ini terdapat beberapa mitos umum di seputar dunia teknologi yang
banyak dipercayai orang. Padahal beberapa mitos ini sangat diragukan
kebenarannya. Berikut tim Thelapak.com memilih 3 mitos populer dari
dunia teknologi yang banyak dipercayai orang.
1. Melepas USB tanpa meng-eject
akan berakibat hilangnya data
Mitos ini pertama kali menjadi
populer setelah Windows mengeluarkan peringatan kepada para penggunanya agar
berhati-hati ketika mencabut USB dari PC atau laptop. Windows saat itu
menganjurkan penggunanya untuk terlebih dulu men-disable atau meng-eject
drive USB sebelum mencabutnya. Namun, faktanya Anda tidak akan
mendapatkan masalah apapun ketika mencabut USB tanpa melakukan ejecting
terlebih dulu.
Satu-satunya hal yang tidak boleh
Anda lakukan adalah mencabut USB saat mentransfer atau membuka data dari USB ke
PC atau laptop. Bila dilakukan, hal ini dapat merusak data yang Anda miliki di
dalam USB.
2. Hapus data di Recycle Bin, maka
data itu telah hilang selamanya
Data-data di PC atau laptop yang
sudah dihapus secara otomatis akan ditampung di Recycle Bin. Selama ini beredar
mitos yang mengatakan bahwa jika kita menghapus data yang sudah berada di
Recycle Bin maka data tersebut akan hilang selamanya tanpa bisa dikembalikan.
Namun, ternyata persepsi seperti ini hanyalah sebuah mitos dan tidaklah benar.
Sebuah data yang telah dihapus dari Recycle Bin sebenarnya tetap ada di
komputer.
Anda hanya perlu mengunduh (download)
software pemulih (recovery) data dan dapat dengan mudah
mengembalikan data tersebut. Karena cara kerja komputer pada saat sebuah file
atau data yang dihapus dari Recycle Bin sebenarnya adalah hanya merubah namanya
dan dibuat tidak terlihat oleh pengguna.
3. Radiasi ponsel dapat memicu
kanker
Banyak yang percaya radiasi yang
ditimbulkan oleh ponsel dapat menjadi pemicu terjadinya kanker pada manusia.
Hal ini bahkan telah didukung oleh World Health Oragnization (WHO) yang
menyatakan bahwa ponsel termasuk ke dalam kategori "Class B
Carcinogena".
Pernyataan tersebut memang ada
benarnya. Namun patut Anda ketahui, Class B Carcinogena adalah sebutan
klasifikasi bagi zat, benda, atau apapun yang memiliki kemungkinan sebagai
pemicu kanker namun sangat lemah. Bahkan, banyak pihak dari dunia kedokteran
yang beranggapan bahwa radiasi ponsel dan barang elektronik lainnya tidak
berbahaya bagi manusia.
Ketiga mitos di atas memang telah
menjadi hal lumrah bagi banyak orang. Dengan semakin terintegrasinya teknologi
dengan kehidupan sehari-hari manusia, maka sudah sewajarnya bila muncul
berbagai pendapat berbeda terkait pemanfaatan suatu produk teknologi. Percaya
atau tidak, kami kembalikan pada Anda.

